Semua Tentang Free Flight di Indonesia

Disclaimer: saya bukan seorang profesional dalam kegiatan free flight, tulisan dibawah ini berusaha membantu para pemula (seperti saya) dalam mengumpulkan informasi untuk mempelajari free flight, sumber-sumber referensi dari tulisan ini saya ambil dari berbagai media. Terimakasih kepada komunitas Free Flight Semarang (SFF) yang telah memberi saya banyak pengetahuan tentang free flight melalui grup facebook-nya. Jangan segan untuk berkomentar jika terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam bahasan free flight ini.

Apa itu Free Flight?
Burung apa saja yang bisa dilatih free flight?
Sejak umur berapa burung dilatih free flight?
Apa saja tahapan dalam melatih burung free flight?

Note: tulisan akan selalu diperbarui dan disunting sesuai dengan informasi baru yang saya dapat.

Kartini dan Syahrini

Kartini vs SyahriniPeringatan hari R.A. Kartini memang selalu menjadi kontroversi, menyaingi kontroversi Princess Syahrini. Agak canggung sih rasanya melakukan peringatan Kartini sebagai wanita istimewa disaat wanita-wanita hebat lainnya tak diistimewakan dengan diberikan “Hari”. 21 April dijadikan Hari Nasional sebagai Hari Kartini, setiap tanggal ini pula diperingati dan juga kontroversi terjadi. Ada beberapa persoalan sih yang mengganggu beberapa kalangan, diantaranya;

Keraguan Habis Gelap Terbitlah Terang

Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang terbit saat Pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik etis, dimana waktu itu surat-surat kartini (setelah Kartini meninggal) konon dikumpulkan oleh J.H. Abendanon (Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda). Kono juga Pak Abendanon ini sering meminta nasihat Snouck Hurgronje (Tahukan siapa dia? orang yang menyamar (pura-pura) menjadi muslim untuk membangun strategi menaklukan perang Aceh).

Dimana Pejuang Wanita Yang Lain? Continue reading

[Film] Sosok Katniss Yang Gampangan

The Hunger GameThe Hunger Games: Mockingjay Part 2 baru saja realease, rating dari IMDB untuk film ini 6.8/10, agak buruk sih mengingat film pertamanya The Hunger Games mendapat rating 7.3/10, Catching Fire 7.6, dan Part 1 mendapat rating 6.7/10. Tapi yang ingin saya bahas ini bukan salah satu serinya melainkan keseluruhan jalan cerita yang ada di film ini, terlebih sosok protagonisnya yang menurut saya “agak”.

Awal saya menonton film pertamanya (The Hunger Games) sih lumayan greget, tapi setelah ngikutin film-film selanjutnya agak gimana gitu. Ada beberapa catatan subjektif dalam film ini, perhatian lebih saya ada pada sosok Katniss Everdeen yang diperanin sama Jennifer Lawrence Continue reading

[Buku] Para Sahabat Yang Akrab Dalam Kehidupan Rasul

para sahabat yang akrab dalam kehidupan rasulBicara soal buku bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan dan tergolong konservatif, termasuk saya, saya memang suka buku, tapi intensitas membaca saya tidak sebanding dengan jumlah makan saya dalam sehari. Oke, kali ini ada buku yang patut buat nambah koleksi dan juga wawasan tentunya, Buku Para Sahabat Yang Akrab Dalam Kehidupan Rasul, buku ini merupakan karya Khalid Muhammad Khalid, saya dapatkan dari seorang teman yang menawarkannya melalui sms beberapa bulan yang lalu, buku ini saya dapatkan dengan harga yang sangat murah, 15k saja, saya tidak tahu pasti harga aslinya berapa, yang jelas harga buku ini jauh lebih murah jika dibanding pengeluaran untuk beli bedak istri. Continue reading

Orang Indonesia Memang Ahli Segalanya

It's MediaPada hari Minggu kuturut ayah ke ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka, saya ngantar istri untuk beli tiket bus, kebetulan ada tv di ruang tunggu menayangkan MotoGP, sebenarnya sih saya tidak terlalu suka dengan balapan, orang kok kurang kerjaan, muter-muter nggak jelas, mending motornya buat narik ojek atau buat nganter belanja simbok ke pasar, dapat pahala. Kebetulan juga pas saya lihat itu pas tayangan ulang terjatuhnya Marc Marquez karena ada kontak dengan Valentino Rossi yang kini heboh jadi pemberitaan di media.

Malam harinya sengaja saya membuka Facebook, dan benar seperti dugaan saya sebelumnya, sudah muncul berbagai macam komentar tentang insiden itu, ada status-status yang membela Valentino Rossi, ada status-status yang membela Marc Marquez, ada juga yang membela kebenaran layaknya jiban atau satria baja hitam. Continue reading

Kirim Paket Ke Luar Negeri Via POS Indonesia

Begini ceritanya, setelah buatin sarapan, istri ane minta tolong kirim paket menggunakan POS Indonesia buat customer-nya di Malaysia — Sampai kantor POS…. bingung! persis seperti orang stres yang lupa jalan pulang ke rumah, tak ada yang jaga di pintu masuk, petugas pada sibuk sendiri, tak ada petunjuk, tengak-tengok cari nomor antrian pun tidak ada, cari meja CS juga tak nampak orangnya, akhirnya ada orang pakai baju hitam-hitam, pikir ane wah ini satpam pasti, masa iya mau melayat, setelah ane meyakinkan diri kalau orang itu satpam, langsung ane samperin dan tanyain prosedur kirim paket. Walah, ternyata tanpa nomor antrian langsung saja menuju loket yang kosong.

Paket yang ane kirim sekitar 2,7Kg, ada dua pilihan waktu itu, yang pengiriman biasa (nyampainya bisa 2 minggu) atau EMS (Express Mail Service) sekitar 5 hari sudah sampai, dengan kurs USD waktu itu Rp14.730,- (nggak nyangka dolar udah segini) biaya yang harus ane bayar 479.000,- karena ane milih yang EMS, kalau yang paket biasa sekitar Rp385.000,- berikut rinciannya: Berat 2,710Gr, Biaya Rp468.414,- PPN1% Rp4.684,- HTNB Rp5.500,- Secara keseluruhan, cukup puas dengan layanan POS Indonesia. Ya meski banyak yang perlu dibenahi, ah biasa instansi pemerintah sukanya gitu.

Update: Paket Sudah Sampai

Salah Kaprah Ibadah Haji

Haji. Alhamdulillah deh ya sebagian saudara kita mulai melaksanakan ibadah haji, ibadah mahdhoh yang mempunyai syarat dan ketentuan berlaku. Ibadah yang menjadi impian kebanyakan petani di kampung saya, ibadah yang menyita banyak perhatian pemerintah, ibadah yang bisa menjadi sebuah “ladang emas” bagi oknum di pemerintahan. Tidak seperti rukun islam lainnya yang 100 % wajib, ibadah haji ini memang khusus, memiliki syarat dan ketentuan. “Mampu”, iya, kata mampu itu yang menjadikan haji menjadi wajib. Nah tapi dalam persoalan ibadah haji ini, ada beberapa hal yang mengganggu saya, teramat mengganggu nurarni (tsah);

Definisi “mampu”

Apa sih sebenarnya definisi “mampu” yang menjadi syarat ibadah haji? Banyak orang sekitar kita mengatakan “ah saya belum dipanggil Allah” nanti saja ketika sudah dapat hidayah (tipe orang suka ngeles). Ada lagi “duit segitu kan bisa buat bla-bla-bla dulu, nanti sajalah ketika sudah punya ini sudah punya itu (tipe seret). Lantas apa sebenarnya mampu? Jangan tanya saya.

Gelar Haji di Indonesia

Gelar H. dan Hj. cukup menggelitik, kalau haji ada gelarnya bagaimana dengan rukun Islam yang lain? Apakah harus ada S.S.P.Z.H. (sahadat, salat, puasa, zakat, haji). Konon dulunya gelar haji yang disematkan pada nama seseorang merupakan tanda yang diberikan oleh pemerintah kolonial, sebagai penanda agar mudah terlacak jika terjadi pemberontakan, tetapi sekarang aneh, gelar tersebut lebih mengarah ke prestise.

Ibadah haji berulang kali

Inilah yang sering menjadi masalah di masyarakat bawah. Antrian keberangkatan Haji di Indonesia yang seperti tak berujung (lebay), dibeberapa daerah saja seseorang yang mendaftar haji harus rela menunggu sekitar 12-14 tahun. Disatu sisi (sebut saja si kaya) dia mampu haji berulang kali tanpa memikirkan saudara-saudara kita yang sudah tua-tua yang harus ngantri sekian tahun. Apakah bukan suatu kedzaliman? Nggak tahu. Menurut pandangan negatif saya, ada beberapa alasan/motivasi mengapa orang hobi beribadah haji; yang pertama, dia merasa hajinya kurang sempurna, yang kedua untuk meningkatkan status sosial, yang ketiga untuk halan-halan. Bukankah ibadah semacam haji ini bersifat vertikal ya, hubungan pencipta dengan ciptaannya, tetapi apa, inilah realita.

Sekian, tidak ada unsur apapun dalam tulisan ini selain hasrat jiwa (nggaya) untuk menuangkan apa yang saya tangkap dari semesta. Semoga kita selalu diberi petunjuk, dan taubat kita diterima. Semua kesalahan pada tulisan ini semata-mata karena kefakiran ilmu saya. Wallahu a’lam.