Kartini dan Syahrini

Kartini vs SyahriniPeringatan hari R.A. Kartini memang selalu menjadi kontroversi, menyaingi kontroversi Princess Syahrini. Agak canggung sih rasanya melakukan peringatan Kartini sebagai wanita istimewa disaat wanita-wanita hebat lainnya tak diistimewakan dengan diberikan “Hari”. 21 April dijadikan Hari Nasional sebagai Hari Kartini, setiap tanggal ini pula diperingati dan juga kontroversi terjadi. Ada beberapa persoalan sih yang mengganggu beberapa kalangan, diantaranya;

Keraguan Habis Gelap Terbitlah Terang

Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang terbit saat Pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik etis, dimana waktu itu surat-surat kartini (setelah Kartini meninggal) konon dikumpulkan oleh J.H. Abendanon (Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda). Kono juga Pak Abendanon ini sering meminta nasihat Snouck Hurgronje (Tahukan siapa dia? orang yang menyamar (pura-pura) menjadi muslim untuk membangun strategi menaklukan perang Aceh).

Dimana Pejuang Wanita Yang Lain? Continue reading

[Film] Sosok Katniss Yang Gampangan

The Hunger GameThe Hunger Games: Mockingjay Part 2 baru saja realease, rating dari IMDB untuk film ini 6.8/10, agak buruk sih mengingat film pertamanya The Hunger Games mendapat rating 7.3/10, Catching Fire 7.6, dan Part 1 mendapat rating 6.7/10. Tapi yang ingin saya bahas ini bukan salah satu serinya melainkan keseluruhan jalan cerita yang ada di film ini, terlebih sosok protagonisnya yang menurut saya “agak”.

Awal saya menonton film pertamanya (The Hunger Games) sih lumayan greget, tapi setelah ngikutin film-film selanjutnya agak gimana gitu. Ada beberapa catatan subjektif dalam film ini, perhatian lebih saya ada pada sosok Katniss Everdeen yang diperanin sama Jennifer Lawrence Continue reading

[Buku] Para Sahabat Yang Akrab Dalam Kehidupan Rasul

para sahabat yang akrab dalam kehidupan rasulBicara soal buku bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan dan tergolong konservatif, termasuk saya, saya memang suka buku, tapi intensitas membaca saya tidak sebanding dengan jumlah makan saya dalam sehari. Oke, kali ini ada buku yang patut buat nambah koleksi dan juga wawasan tentunya, Buku Para Sahabat Yang Akrab Dalam Kehidupan Rasul, buku ini merupakan karya Khalid Muhammad Khalid, saya dapatkan dari seorang teman yang menawarkannya melalui sms beberapa bulan yang lalu, buku ini saya dapatkan dengan harga yang sangat murah, 15k saja, saya tidak tahu pasti harga aslinya berapa, yang jelas harga buku ini jauh lebih murah jika dibanding pengeluaran untuk beli bedak istri. Continue reading

Orang Indonesia Memang Ahli Segalanya

It's MediaPada hari Minggu kuturut ayah ke ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka, saya ngantar istri untuk beli tiket bus, kebetulan ada tv di ruang tunggu menayangkan MotoGP, sebenarnya sih saya tidak terlalu suka dengan balapan, orang kok kurang kerjaan, muter-muter nggak jelas, mending motornya buat narik ojek atau buat nganter belanja simbok ke pasar, dapat pahala. Kebetulan juga pas saya lihat itu pas tayangan ulang terjatuhnya Marc Marquez karena ada kontak dengan Valentino Rossi yang kini heboh jadi pemberitaan di media.

Malam harinya sengaja saya membuka Facebook, dan benar seperti dugaan saya sebelumnya, sudah muncul berbagai macam komentar tentang insiden itu, ada status-status yang membela Valentino Rossi, ada status-status yang membela Marc Marquez, ada juga yang membela kebenaran layaknya jiban atau satria baja hitam. Continue reading

Kirim Paket Ke Luar Negeri Via POS Indonesia

Begini ceritanya, setelah buatin sarapan, istri ane minta tolong kirim paket menggunakan POS Indonesia buat customer-nya di Malaysia — Sampai kantor POS…. bingung! persis seperti orang stres yang lupa jalan pulang ke rumah, tak ada yang jaga di pintu masuk, petugas pada sibuk sendiri, tak ada petunjuk, tengak-tengok cari nomor antrian pun tidak ada, cari meja CS juga tak nampak orangnya, akhirnya ada orang pakai baju hitam-hitam, pikir ane wah ini satpam pasti, masa iya mau melayat, setelah ane meyakinkan diri kalau orang itu satpam, langsung ane samperin dan tanyain prosedur kirim paket. Walah, ternyata tanpa nomor antrian langsung saja menuju loket yang kosong.

Paket yang ane kirim sekitar 2,7Kg, ada dua pilihan waktu itu, yang pengiriman biasa (nyampainya bisa 2 minggu) atau EMS (Express Mail Service) sekitar 5 hari sudah sampai, dengan kurs USD waktu itu Rp14.730,- (nggak nyangka dolar udah segini) biaya yang harus ane bayar 479.000,- karena ane milih yang EMS, kalau yang paket biasa sekitar Rp385.000,- berikut rinciannya: Berat 2,710Gr, Biaya Rp468.414,- PPN1% Rp4.684,- HTNB Rp5.500,- Secara keseluruhan, cukup puas dengan layanan POS Indonesia. Ya meski banyak yang perlu dibenahi, ah biasa instansi pemerintah sukanya gitu.

Update: Paket Sudah Sampai

Air Susu dibalas Air Tuba

Ada pepatah mengatakan “air susu di balas air tuba” menurut kamu gimana? Saya sih agak sanksi sama pepatah ini, seolah-olah kalau kamu berbuat baik sama orang harus orang itu berbuat baik kepada kamu, harus ada timbal balik buat kamu dari orang itu. Memang sih akhir-akhir ini banyak orang aneh, termasuk yang baca blog aneh ini. Contoh nih: pernah enggak kamu denger ada orang ngomong “dia sekarang nggak inget waktu dulu susah siapa yang bantu dia”, “teman macam apa sih, saat aku seneng di ada terus, tetapi ketika aku butuh dia ngilang”.

Benci orang itu pasti pernah, kesel sama orang itu juga pasti pernah, tetapi kamu enggak perlu mengungkit-ungkit kebaikan kamu sama dia, itu enggak perlu, enggak oke, biar Allah yang memberi kebaikan ke kamu, kayak nggak punya Tuhan aja ngarepin kebaikan dari manusia sih. Sebagian dari kamu pasti pernah kecewa sama orang, bukan tidak mungkin kamu mengurangi porsi kebaikanmu sama dia. Tapi sebaiknya kamu jangan gitu, kamu tetep kudu berbuat kebaikan secara proporsional kepada siapapun.

Persoalannya adalah… :hot2

Nah ini dia persoalannya, kadang saat kamu pengin berbuat baik sama orang dikiranya ada maunya, dikiranya suka, dikiranya cinta. Ini yang kadang membatasi kamu buat berbuat baik sama orang lain apalagi lawan jenis auuuw :angel1 Tapi kalaupun orang itu membalas kebaikan kamu, itu nilai lebih yang bisa kamu dapatkan. Kamu juga harus niatin hanya berbuat baik dan mengharap ridho Allah bukan dalam rangka biar dapet jodoh, bukan karena biar dijadiin menantu.

Tulisan ini nih muncul waktu saya denger-denger yang gitu-gitu, ada orang yang ngungkit-ungkit kebaikannya. Oh iya, orang yang nulis ini bukan orang baik, cuman kurang suka kalau orang baikin orang ngarep dibaikin lagi dari orang yang udah dibaikin sama orang yang tadi udah baikin itu. Tulisan ini juga cuma buat ngingetin diri sendiri aja kok, ceritanya sih biar kayak kasih ibu kepada beta gitu, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. :relax2

Pragmatisme, Si Penghalang Makna dan Nilai

Pernahkah mendengar nasihat: “sekolah yang rajin, belajar yang rajin biar dapat nilai bagus”, nanti kalau nilai bagus gampang cari perguruan tinggi favorit”. “Kuliah yang rajin biar IPK tinggi, terus biar gampang dapat kerja, nanti banyak perusahaan besar yang nerima kamu dan kamu akan jadi orang sukses”. Kalau pernah mendengar nasihat tersebut berarti anda hidup di lingkungan pragmatis. Apakah ada yang salah dengan nasihat-nasihat tersebut? tentu tidak ada yang menyalahkan, tetapi kalau boleh saya berpendapat, nasihat-nasihat seperti itu hanya akan menyesatkan, kita menjadi tidak akan pernah mengenal hakikat hidup, makna hidup, dan nilai hidup. Kalau yang ditekankan hanya tujuan, tujuan, tujuan, dan akan kehilangan banyak nilai.

idealist-pragmatistAkhir-akhir ini sering sekali saya mendapat broadcast BBM menawarkan seminar-seminar konyol “ingin kaya dengan cepat? ikutilah workshop bla bla ba..” full of shit dalam hati saya bilang. Workshop-workshop semacam ini yang akan menghancurkan mental bangsa, karena yang akan diajarkan dalam workshop semacam ini adalah hanya bagaimana tujuan akan tercapai, bagaimana kita merencanakan goal dan bagaimana mencapai goal tersebut, sungguh dangkal tanpa ada nilai lebih yang bisa kita ambil. Mengutamakan tujuan daripada proses.

Bagaimanapun jangan pernah melupakan nilai, makna, dan proses. belajar harus tahu dong kenapa harus belajar, untuk apa belajar. bekerja harus tahu dong kenapa bekerja, untuk apa bekerja. kemudian kita beribadah, harus tahu kenapa kita musti beribadah, harus tahu kenapa kita musti selalu inget sama Tuhan yang tidak pernah kita melihatnya di dunia, butuh pemahaman, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban.