Bike to Work

Akhirnya ngantor pakai sepeda, bukan apa-apa sih cuma merasa bersalah aja berapa banyak udara kotor yang sudah saya buang ke bumi ini, berapa liter BBM bersubsidi yang sudah saya minum. Untuk mengurangi rasa bersalah ini solusinya cuma tiga, naik angkutan umum, beli BBM nonsubsidi atau bersepeda. Naik angkutan umum? Susah jalurnya. Beli BBM nonsubsidi? Bisa sih bisa, tapi kendaraan saya kendaraan tua jadi lebih cocoknya minum premium. Bersepeda? Nah, akhirnya saya pakai sepeda, meski harus kepanasan, meski harus keringetan, meski harus melawan kekampretan pengendara bermotor yang seenak udelnya dan sering nahan emosi tapi sudahlah yang penting bisa mengurangi udara kotor dan bantu pemerintah (tsah bantu pemerintah apaan). Cuma satu yang saya takutkan, keserempet bus, tapi saya pikir lagi, ah ngapain, hidup mati orang bukan ditangan sopir bus kan? Share the road!

7 thoughts on “Bike to Work

    1. Alam Post author

      ho’oh seru bingit, bisa sambil lirak-lirik yang seger-seger (es dawet, jus buah, es kelapa muda, dkk). dimana-mana begitu, polusi musuh nomer wahid!

      Reply
  1. Chrismana"bee"

    Enak tuh om, skalian olah raga, tapi dijakarta ini berangkat kerja naik sepeda ?? sampe kantor udah pada bubaran kali 😀
    secara kebanyakan karyawan di jakarta tinggalnya di luar jakarta, di bekasi, depok, bogor. sampe kantor bajunya juga pasti udah basah kayak abis keujanan, secara dijakarta jalanannya panas pake bingit 😀

    Reply

Leave a Reply