Catatan Ringan Muhadkly Acho Yang Berat

Sumber foto: Instagram @muhadkly

Mengemukaan pendapat dan menceritakan pengalaman secara terbuka tentu juga harus memahami konsekuensi yang mungkin saja akan diterima dimasa mendatang, entah itu pendapat melalui surat kabar, sosial media, maupun melalui tulisan di blog, seperti tulisan mas Acho (2017) tentang pengalamannya dalam membeli sebuah apartemen yang akhirnya menjadikannya sebagai tersangka.Kasus Mas Acho ini mengingatkan saya dengan kasus serupa yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Bedanya, dulu kasus tersebut menimpa seorang ibu rumah tangga. Masih ingat dengan Prita Mulyasari? Ya, Ibu-ibu yang mengeluhkan layanan sebuah rumah sakit swasta di Surabaya, yang akhirnya juga dipidanakan oleh pihak rumah sakit yang sampai akhirnya mendapat simpati dan dukungan dari orang-orang, dan terkenal dengan gerakan “koin untuk prita” yang konon waktu itu dia mendapat denda 200juta-an.

Membuka blog mas Acho dengan tagline “sebuah catatan ringan” agaknya bertolak belakang dengan kejadian yang dialaminya. Dari tulisan Mas Acho di blognya menurut kacamata saya sebenarnya tidak ada yang salah, karena memang menceritakan pengalaman pribadinya yang dia alamai sendiri. Namun ya itu tadi, seperti yang saya bilang di awal, ada konsekuensi, dalam kasus ini, ada pihak yang merasa dirugikan dengan tulisannya.

Mas Acho, sebenarnya kita mengalami hal yang hampir serupa, bertarung dengan developer untuk merebutkan secarik sertifikat, bedanya saya belum mengutarakan secara publik secara detail seperti yang mas Acho lakukan, karena saya sadar saya tidak setenar dan sepopuler mas Acho, apalagi mengharap hastag #SaveAlam jangan harap! “bebasan koyo ngenteni udan ing mongso ketigo“.

Share this:

Leave a Comment