Category Archives: #imho

Jilboobs? Opo Meneh Kui?

Jilboobs? Opo Meneh Kui? Sumpah saya ngakak ketika istilah jilboobs ini terdengar ditelinga saya. Entah kapan pertama kali istilah itu muncul yang jelas saya tahu ada istilah jilboobs ini dari facebook teman saya, iya teman saya yang mengunggah foto-foto orang berjilboobs. Langsung deh ada teman yang komen, eh ini itu ya bla bla. Jilboobs ini cukup fenomenal akhir-akhir ini padahal sepertinya dari zaman kemerdekaan (iya kali) jilboobs sudah terlahir, mungkin waktu itu jilboobs masih pakai nama samaran. Tanpa dijelaskan sudah pasti paham kan istilah jilboobs itu yang seperti apa.

Bagaimanapun juga, dengan alasan apapun juga jilboobs itu ya, apa ya, enggak boleh. Terus gimana yang masih berjilboobs, sebaiknya segera bulatkan tekad, luruskan niat, kan ada perintahnya to, itu perintah Tuhan lho bukan perintah guru ngaji apalagi guru les. Yang belum berjilbab? Ya sama, segera saja sebelum terlambat. Kamu itu siapa Lam kok sok alim gitu? Bukan, saya bukan sok alim, pengetahuan saya juga masih nol, tapi masalahnya saya serasa sedang terintimidasi kalau ada yang mengenakan jilboobs disekitar saya.

Hanya mengingatkan saja buat para lelaki, jangan suka jadiin perempuan sebagai objek ya, buruan cari yang halal. Buat perempuan, em apa ya, jangan deh mancing-mancing laki ke arah itu karena kebanyakan dan umumnya laki itu gampang banget kepancing, ikan kale. Ibarat makan nasi padang (berkolesterol) yang enak bingit, sekali dikasih ya minta nambah. Hohoho. Semoga kita selamat.

Surat Untuk Jokowi

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Pak Joko, saya tahu bapak tidak kenal saya, tidak mau kenal saya, dan tidak mau tahu siapa saya. Saya Alam Pak, biasa dipanggil Alam. Perkenankan saya untuk menulis surat ini untuk Bapak meskipun saya percaya tidak akan ada orang yang baca. Apa kabar Pak? Jangan blusukan terus, nanti masuk angin, semoga Bapak sehat selalu, ingat jangan masuk angin pak, karena negara ini sudah masuk angin. Melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan selamat Pak, selamat anda telah terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia (meski masih menunggu MK), entah presiden yang ke berapa saya tidak pernah hitung, uang di dompet saja tidak pernah saya hitung, juga selamat Idul Fitri Pak, maaf lahir batin, semoga amal kita diterima Allah.

Bapak Joko yang terhormat, sekarang bapak adalah pemimpin negara, bukan pemimpin kota Solo, bukan pemimpin DKI Jakarta, masalah bapak bukan lagi banjir, sampah, macet, PKL. Semoga Bapak enggak pusing ya Pak? Dulu kan Bapak pernah bilang “mikir Jakarta saja pusing”, sekali lagi saya doakan semoga Bapak tidak masuk angin. Bapak pernah bilang mau komit sama Jakarta, tidak apa-apa Pak, saya paham Pak kalau Bapak memutuskan untuk memilih dicalonkan dan mencalonkan diri daripada menepati janji, saya paham kok Pak apa kata Bu Mega kepada Bapak. Seandainya saya berada pada posisi Bapak, mungkin saya juga akan begitu, karena saya sadar itu adalah panggung politik, bukan panggung dangdut koplo, bukan panggung rebana, bukan panggung kawinan.

Bapak pemimpin saya sekarang Pak, agama saya mengajarkan saya untuk taat kepada pemimpin, jadi sebagai warga negara yang baik dan sebagai umat beragama, saya akan berusaha mentaati Bapak. Sebenarnya Pak, siapapun presidennya, tidak berpengaruh secara langsung untuk diri saya, toh sekarang Bapak sudah jadi kepala negara sedangkan saya jadi kepala keluarga saja belum. Dihati dan lidahmu kami berharap Pak, masalah kita Bapak banyak, Bapak harus siap untuk disalahkan jika terjadi apa-apa dengan negeri ini, bukan lagi urusan got mampet, bukan lagi urusan tanah abang, masalah negara kita tidak sepele, tidak semudah mengupil Pak.

Bapak Joko, rival anda dalam panggung politik tengah mengajukan gugatan ke MK, saya juga tidak tahu pasti apa kepanjangan dari MK, ah entahlah Pak, sejak Akil Mochtar kepergok semuanya serasa abstrak. Bicara soal Prabowo, saya kira wajar tim sukses beliau menggugat ke MK, namanya juga pihak yang kalah, kecurangan sedikit saja pasti berusaha mengungkapnya, berbeda dengan pihak yang menang seakan buta dengan data lapangan, seandainya Prabowo menangpun pasti beliau tidak akan berusaha mengungkap kecurangan seperti itu, atau seandainya Bapak kalah mungkin tim sukses Bapak yang akan mengungkap kecurangan, begitulah adanya. KPU telah menetapkan Bapak, sekali lagi selamat Pak.

Bapak Joko yang terhormat, sekian dari saya, saya doakan Bapak memimpin negeri ini sampai akhir masa jabatan, dan dapat menyelesaikan masalah negeri ini, saya doakan juga Bapak selalu sehat dan selalu di jalan yang lurus, doakan saya juga ya Pak biar bisa cepet nikah, targetnya presiden baru, istri juga baru, tapi apa daya Pak, mungkin belum dikehendaki Allah, ah sudah, percuma juga saya curhat masalah pribadi saya dengan Bapak.

Salam hormat dari rakyatmu,
Alam

Wassalamualaikum Wr. Wb.