Category Archives: #imho

Akreditasi Perguruan Tinggi, Bandung Bondowoso, Kemolekan Roro Jonggrang

Tahu legenda Bandung Bondowoso dan Seribu Candi yang Ia buat dalam semalam? Jika tidak, sebaiknya baca dulu kisahnya sebelum membaca artikel ini, karena saya tidak akan bercerita soal itu. Singkat cerita, Bandung Bondowoso yang nandang wuyung itu menerima tantangan Roro Jonggrang yang untuk membuat seribu candi dalam semalam, sebagai syarat jika ingin mempersuntingnya. Tetiba saya jadi membayangkan, seberapa moleknya Roro Jonggrang ini.

Tapi itu cerita zaman dahulu, jauh sebelum borang diciptakan. Sekarang? Tampaknya masih ada kisah serupa yang diilhami. jelas dengan tokoh, latar, dan konteks yang berbeda. Continue reading

Catatan Ringan Muhadkly Acho Yang Berat

Sumber foto: Instagram @muhadkly

Mengemukaan pendapat dan menceritakan pengalaman secara terbuka tentu juga harus memahami konsekuensi yang mungkin saja akan diterima dimasa mendatang, entah itu pendapat melalui surat kabar, sosial media, maupun melalui tulisan di blog, seperti tulisan mas Acho (2017) tentang pengalamannya dalam membeli sebuah apartemen yang akhirnya menjadikannya sebagai tersangka. Continue reading

First Post: The Blog Was Born!

Sebenarnya, ini bukan tulisan pertama saya yang ada dalam blog ini. Diawali mulai dari tahun 2007, saya sudah memiliki berbagai blog dengan berganti-ganti platform, kalau itu diibaratkan dengan pasangan, mungkin saya sudah digrebek dan ditelanjangi warga. Hingga pada akhirnya saya mendaftarkan blog dengan domain ini disandingkan dengan platform wordpress (CMS). Tidak hanya sampai disitu, setelah mendapatkan domain TLD alam.webi.id (ada sih yang bilang kalau web.id bukan TLD) saya memulai dengan hosting gratisan. Ya, karena waktu itu memang belum kuat secara finansial untuk menyewa hosting, hingga pada akhirnya, ter-banned dan banyak dari tulisan-tulisan saya tidak ter-backup.

Blogspot atau WordPress?

Kalau yang dimaksudkan wordpress adalah wordpress.com, bukan CMS WordPress (wordpress.org), maka keduanya sama-sama bagus, tergantung selera dan kebiasaan. Tetapi kalau WordPress yang dimaksud adalah yang selfhosted, maka jauh lebih menyenangkan mengelola WordPress. Dan sejak awal memang saya selalu menggunakan CMS WordPress ini.