Jilboobs? Opo Meneh Kui?

Jilboobs? Opo Meneh Kui? Sumpah saya ngakak ketika istilah jilboobs ini terdengar ditelinga saya. Entah kapan pertama kali istilah itu muncul yang jelas saya tahu ada istilah jilboobs ini dari facebook teman saya, iya teman saya yang mengunggah foto-foto orang berjilboobs. Langsung deh ada teman yang komen, eh ini itu ya bla bla. Jilboobs ini cukup fenomenal akhir-akhir ini padahal sepertinya dari zaman kemerdekaan (iya kali) jilboobs sudah terlahir, mungkin waktu itu jilboobs masih pakai nama samaran. Tanpa dijelaskan sudah pasti paham kan istilah jilboobs itu yang seperti apa.

Bagaimanapun juga, dengan alasan apapun juga jilboobs itu ya, apa ya, enggak boleh. Terus gimana yang masih berjilboobs, sebaiknya segera bulatkan tekad, luruskan niat, kan ada perintahnya to, itu perintah Tuhan lho bukan perintah guru ngaji apalagi guru les. Yang belum berjilbab? Ya sama, segera saja sebelum terlambat. Kamu itu siapa Lam kok sok alim gitu? Bukan, saya bukan sok alim, pengetahuan saya juga masih nol, tapi masalahnya saya serasa sedang terintimidasi kalau ada yang mengenakan jilboobs disekitar saya.

Hanya mengingatkan saja buat para lelaki, jangan suka jadiin perempuan sebagai objek ya, buruan cari yang halal. Buat perempuan, em apa ya, jangan deh mancing-mancing laki ke arah itu karena kebanyakan dan umumnya laki itu gampang banget kepancing, ikan kale. Ibarat makan nasi padang (berkolesterol) yang enak bingit, sekali dikasih ya minta nambah. Hohoho. Semoga kita selamat.

4 thoughts on “Jilboobs? Opo Meneh Kui?

  1. kekekenanga

    Hallo Om..
    Fenomena Jilboobs makin ramai yah? Kalau aku melihat ini sebagai fenomena yg udah lama banget ada. Tapi dengan adanya nama jilboobs jadi terkesan baru booming. Buat aku sih selama ini aku nggak mau judge terlalu aneh2 buat siapapun. Karena berhijab itu proses sampai bertemu yang benarnya. Ada yg siap langsung berhijab sangat sesuai syariat, ada yg harus melewati proses panjang. Jangan dihina, tapi bantulah, tuntunlah!
    Ibarat nih Om, kita saat belajar sesuatu lalu dikatain (maaf) Tolol, Bodoh, Dungu. Akibatnya akan negatif ke kita kan? Sama dengan berhijab. Belajar agar memiliki keahlian dan kecerdasan itu HARUS. Tapi tingkat kecerdasannya akan berbeda2. Ada yg cepat tangkap & tidak. Sama sperti hijab. Berhijab itu wajib, baik buruknya akhlak maupun cara berhiab itu prosesnya ada yg cepat ada yg lambat. Fenomena jilboobs yg sekarang marak diperbincangkan ini adalah sebuah teguran agar kita bisa lebih baik. Jangan ditanggapi berlebihan 🙂 🙂

    Reply
  2. Richo A. Nogroho

    Lagi ramai jadi bahan pembiacaran. saya sepakat, Mas, kalau memang ingin berhijab, sebaiknya sesuai hakekatnya, tidak malah hanya membalut atas tapi menonjolkan yang lain. nggak sesuai syari’at hijab itu sendiri yah. abg-abg terutama.

    Salam kenal yah, Mas 🙂

    Reply

Leave a Reply