Menjinakkan Burung Jalak Dengan Cara Terapi Lapar

Dalam penjinakan burung jalak, ada beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya adalah dengan terapi lapar. Terapi lapar yang dimaksud adalah membuat burung lapar agar menjadi ketergantungan kepada pemiliknya. Sebenarnya tidak hanya pada burung jalak, tetapi pada semua binatang yang akan dilatih sering diterapkan metode ini.

Bagaimana caranya?

Pertama, pastikan burung yang akan dijinakkan adalah burung sehat. Bagaimana ciri burung sehat? Bisa dibaca di artikel ini: Tanda-tanda Burung jalak Tidak Sehat.

Kedua, yang perlu diingat, terapi lapar TIDAK ditujukan untuk membuat burung KELAPARAN. Jadi bukan sama sekali tidak diberi makan, tetapi pengurangan frekuensi pemberian dan jumlah makanan yang diberikan.

Ketiga, terapi lapar dengan memberi makan minimal 2 kali sehari (saran saya jangan kurang dari 2 kali sehari), ingat burung jalak termasuk burung yang rakus dan mudah lapar, makan dan kotorannya; sama-sama banyak. Berikut jadwal yang bisa dipraktekkan jika anda adalah orang kantoran seperti saya;

NO WAKTU KEGIATAN
1 06.00 Pemberian jangkrik 5 – 10 ekor, diberikan dengan tangan langsung
2 07.00 Pemberian voer kering/ voer basah, biarkan makan sampai kenyang kemudian kosongkan tempat makannya.
3 07.30 – 16.00 Hanya sediakan air/minum saja.
4 16.00 Pemberian jangkrik 5 – 10 ekor, diberikan dengan tangan langsung, dan perbanyak interaksi.
5 17.00 Pemberian voer kering/ voer basah, biarkan makan tetapi berbeda dengan waktu pagi, jangan sampai kenyang kemudian kosongkan tempat makannya.
6 16.30 – 20.30 Hanya sediakan minum saja.
7 20.30 – 21.00 Pemberian jangkrik 5 – 10 ekor, diberikan dengan tangan langsung. Perbanyak interaksi.
8 21.00 – 06.00 Hanya sediakan air/minum saja.

Share this:

Leave a Comment