Orang Indonesia Memang Ahli Segalanya

It's MediaPada hari Minggu kuturut ayah ke ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka, saya ngantar istri untuk beli tiket bus, kebetulan ada tv di ruang tunggu menayangkan MotoGP, sebenarnya sih saya tidak terlalu suka dengan balapan, orang kok kurang kerjaan, muter-muter nggak jelas, mending motornya buat narik ojek atau buat nganter belanja simbok ke pasar, dapat pahala. Kebetulan juga pas saya lihat itu pas tayangan ulang terjatuhnya Marc Marquez karena ada kontak dengan Valentino Rossi yang kini heboh jadi pemberitaan di media.

Malam harinya sengaja saya membuka Facebook, dan benar seperti dugaan saya sebelumnya, sudah muncul berbagai macam komentar tentang insiden itu, ada status-status yang membela Valentino Rossi, ada status-status yang membela Marc Marquez, ada juga yang membela kebenaran layaknya jiban atau satria baja hitam.

Yang ingin saya garis bawahi adalah di negeri ini terlalu banyak komentator, kritis tapi nggak etis. Masih ingat waktu pilpres lalu? Banyak pengamat politik dadakan. Masih ingat Ramadhan kemarin? Banyak ustadz dadakan. Masih ingat dengan tewasnya Angeline? Banyak ahli forensik dadakan. Masih ingat dengan kebakaran hutan saat ini? Banyak ahli bidang penanggulangan bencana dadakan. Masih ingat umur? Alhamdulillah. Dan tak sedikit dari komentar-komentar yang saling bertolak belakang itu menimbulkan debat, kericuhan, konflik dan perang di sosial media, kalau mau perang mending sana ke Suriah saja.

Agama saya mengajarakan untuk menghindari debat kusir “Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits No. 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

Pengalaman dulu sebelum saya terbebas dari cengkraman kealay-an, saya juga sering nulis komentar-komentar yang sebenarnya bukan hal urgent yang harus saya sampaikan saat itu, ora ngerti papan, ora ngerti panggonan, hingga akhirnya timbul perdebatan panjang dengan kawan sendiri. Memang waktu itu saya kurang tamasya, dan bagi kawan-kawan yang suka debat kusir, mari bertamasya!

4 thoughts on “Orang Indonesia Memang Ahli Segalanya

  1. febridwicahya

    Wkwkwk kamu kocak juga Om Alam. rene dolan neng Jogja mas 😀 wkwkwkwk

    Bener juga ya, orang indonesia ahli segalanya. Tapi dadakan doang, cepet muncul, cepet ngilang 😀

    Reply

Leave a Reply