RAMA (Repository Tugas Akhir Mahasiswa)

RAMA (Repository Tugas Akhir Mahasiswa)

RAMA yang merupakan akronim dari Repository Tugas Akhir Mahasiswa, adalah sebuah repository hasil penelitian mahasiswa, baik berupa tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, ataupun laporan penelitian nonjurnal, nonprosiding, dan nonbuku. Lebih jelasnya berikut faq yang saya salin utuh dari website resmi RAMA;

1. Apa itu RAMA REPOSITORY ?

Merupakan repositori nasional laporan hasil penelitian baik berupa skripsi, tugas akhir, proyek mahasiswa (diploma), tesis (S2), disertasi(S3) ataupun laporan penelitian dosen / peneliti yang bukan merupakan publikasi di jurnal, konferensi maupun buku yang diintegrasikan dari Repositori Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian di Indonesia.

2. Mengapa harus mengintergrasikan Repositori Institusi di RAMA REPOSITORY ?

Dengan mengintegrasikan Repositori yang ada di perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian, maka setiap penelitian yang sudah dilakukan di Perguruan Tinggi khususnya Tugas Akhir Mahasiswa dan Lembaga Penelitian sehingga terhindar dari duplikasi dan plagiarism hasil penelitian.

3. Bagaimana Cara Mendaftarkan Repositori Institusi di RAMA REPOSITORY ?

Perguruan / Lembaga yang akan mendaftarkan repositorinya ke RAMA harus mengisi formulir pendaftaran (suggest) disertai pernyataan persetujuan pimpinan perguruan tinggi terkait integrasi repositori institusi dengan RAMA serta penunjukan penanggung jawab repositori.

4. Apa saja Kriteria Repositori institusi yang dapat diintegrasikan ke RAMA REPOSITORY ?

Untuk dapat mengintegrasikan repository perguruan tinggi dengan RAMA setiap perguruan tinggi harus sudah memiliki repositori yang support OAI (Open Archive Initiative) seperti misalnya Eprint, Dspace dengan Resource Type : Thesis
Setiap laporan hasil penelitian mahasiswa wajib diupload ke repositori masing-masing institusi dengan catatan :
1. Fulltext untuk laporan penelitian yang tidak bersifat rahasia
2. Untuk laporan harus diupload harus memenuhi syarat minimum antara lain: Judul, Abstrak, Bab I, Daftar Pustaka

RAMA (Repository Tugas Akhir Mahasiswa)

Geliat Open Source di Perpustakaan Malaysia

Beberapa hari yang lalu saya dengan beberapa rekan kantor mengunjungi tiga Perpustakaan Universitas di Malaysia. Ketiga kampus yang saya kunjungi tersebut bisa dibilang kampus besar. Dan kami disambut dengan sangat ramah!

Dalam lawatan saya tersebut, ada kesamaan diantara ketiganya yang sukses membuat saya tercengang, mereka sama-sama tengah migrasi (satu kampus telah migrasi, 2 kampus dalam proses migrasi) menggunakan open source software. Padahal saat ini dua diantara mereka masih menggunakan software berbayar tinggi yang mumpuni dari segi support, reliabilitas, bahkan interoperabilitas yang sangat baik. Kira-kira apa alasan yang mendasari mereka untuk berhijrah? (more…)

Analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo [Bagian 1]

Jauh sebelum kenal NVivo, satu-satunya perangkat lunak pengolah data yang saya kenal adalah SPSS, begitu masyhurnya, dan menjadi pujaan mahasiswa saat itu, hingga akhirnya banyak yang lebih memilih penelitian kuantitatif. Bagaimana dengan pengolah data kualitatif? Nah di tulisan ini akan saya bagikan panduan analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo. (more…)

5 Fakta Kampus UNISSULA, No.4 Mengejutkan!

Memilih tempat kuliah tidak boleh sembrono dan sembarangan, kamu harus jeli memperhatikan detail kecil dari kampus tujuan kamu. Salah masuk kampus, yang akan kamu dapatkan adalah kehilangan waktu dan kehilangan biaya. Nah pada kesempatan ini, kampus yang akan saya beberkan fakta-faktanya adalah UNISSULA. (more…)

Rekomendasi Plugin Buat Academic Blogger

Selalu menjadi isu hangat setiap tahunnya, plagiarisme banyak melibatkan berbagai jenis kampus di Indonesia, mulai dari kampus besar, kampus medioker, sampai kampus yang kecil sekalipun, tak luput terciduk. Konon itu terjadi karena berbagai faktor yang sebenarnya bukan bahasan saya kali ini. Biarlah itu menjadi pekerjaan para penegak hukum & kode etik, serta pekerjaan rumah bagi Kemenristekdikti. Ya memang disatu sisi sejak beberapa tahun yang lalu Kemenristekdikti sedang gencar-gencarnya mendorong para akademisi untuk menambah kuantitas publikasi ilmiah, namun karena mungkin saking giatnya memperbanyak publikasi, tidak sedikit pula yang tergelincir (more…)