Tutorial Jamovi Bagian 1: Mengenal Perangkat Lunak Statistik Jamovi

Tutorial Jamovi Bagian 1: Mengenal Perangkat Lunak Statistik Jamovi

Tutorial Jamovi Bagian 1: Mengenal Perangkat Lunak Statistik Jamovi

Muhammad Saiful Alam

Jika selama ini hanya mengenal SPSS yang masyhur itu untuk mengolah statistik atau data kuantitatif, ada perangkat lunak serupa yang sifatnya terbuka, dapat digunakan secara cuma-cuma. 

Saya lansir dari halaman resminya bahwa jamovi didirikan untuk mengembangkan platform statistik gratis dan terbuka yang intuitif untuk digunakan, dan dapat memberikan perkembangan terbaru dalam metodologi statistik.

Masih menurut situs resminya, inti dari filosofi jamovi, adalah bahwa perangkat lunak ilmiah harus “didorong oleh komunitas”, di mana setiap orang dapat mengembangkan dan menerbitkan analisis, dan membuatnya tersedia untuk khalayak luas.

Mereka (pengembang Jamovi) juga menyampaikan bahwa Jamovi bertujuan untuk menjadi platform netral, dan tidak mengambil posisi sehubungan dengan filosofi statistik yang bersaing.

Juga bahwa Jamovi tidak didirikan untuk mempromosikan ideologi statistik tertentu, melainkan ingin berfungsi sebagai tempat yang aman di mana pendekatan statistik yang berbeda dapat dipublikasikan secara berdampingan, dan menganggap diri mereka sebagai anggota komunitas jamovi yang terbaik.

Geliat Open Source di Perpustakaan Malaysia

Geliat Open Source di Perpustakaan Malaysia

Geliat Open Source di Perpustakaan Malaysia

Beberapa hari yang lalu saya dengan beberapa rekan kantor mengunjungi tiga Perpustakaan Universitas di Malaysia. Ketiga kampus yang saya kunjungi tersebut bisa dibilang kampus besar. Dan kami disambut dengan sangat ramah!

Dalam lawatan saya tersebut, ada kesamaan diantara ketiganya yang sukses membuat saya tercengang, mereka sama-sama tengah migrasi (satu kampus telah migrasi, 2 kampus dalam proses migrasi) menggunakan open source software. Padahal saat ini dua diantara mereka masih menggunakan software berbayar tinggi yang mumpuni dari segi support, reliabilitas, bahkan interoperabilitas yang sangat baik. Kira-kira apa alasan yang mendasari mereka untuk berhijrah? (more…)

Analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo [Bagian 1]

Analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo [Bagian 1]

Analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo [Bagian 1]

Muhammad Saiful Alam

Jauh sebelum kenal NVivo, satu-satunya perangkat lunak pengolah data yang saya kenal adalah SPSS, begitu masyhurnya, dan menjadi pujaan mahasiswa saat itu, hingga akhirnya banyak yang lebih memilih penelitian kuantitatif. Bagaimana dengan pengolah data kualitatif? Nah di tulisan ini akan saya bagikan panduan analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo.

Apa itu NVivo?

NVivo adalah perangkat lunak yang diproduksi oleh QSR International, dan dirancang untuk para peneliti kualitatif yang bekerja menggunakan informasi berbasis teks dan atau multimedia. NVivo pertama dikembangkan oleh Tom Richards pada tahun 1999, yang pada awalnya disebut NUD*IST.

Sejak dirilis sampai saat ini, NVivo telah digunakan oleh para akademisi/peneliti di berbagai bidang, termasuk ilmu sosial. Intinya adalah, NVivo digunakan untuk membantu peneliti mengatur dan menganalisis data non-numerik atau data yang sifatnya tidak terstruktur.

Bagaimana Menggunakan NVivo?

Jika masih ada kesempatan, akan saya lanjutkan pada post berikutnya: Analisis Data Kualitatif Menggunakan NViVo [Bagian 2]

Yang perlu diingat adalah software ini tidak gratis, anda bisa melakukan trial atau mendapatkannya melalui situs resminya di https://www.qsrinternational.com/nvivo/products

Saat ini terbagi menjadi 5 paket lisensi penjualan, Standard, Goverment, Non-profit, Academic, dan Student. Yang paling murah adalah Student Pro dengan harga $99.00.

5 Fakta Kampus UNISSULA, No.4 Mengejutkan!

5 Fakta Kampus UNISSULA, No.4 Mengejutkan!

5 Fakta Kampus UNISSULA, No.4 Mengejutkan!

Muhammad Saiful Alam

Memilih tempat kuliah tidak boleh sembrono dan sembarangan, kamu harus jeli memperhatikan detail kecil dari kampus tujuan kamu. Salah masuk kampus, yang akan kamu dapatkan adalah kehilangan waktu dan kehilangan biaya. Nah pada kesempatan ini, kampus yang akan saya beberkan fakta-faktanya adalah UNISSULA.

Sebenarnya kamu bisa membandingkan sendiri kampus mana saja yang bisa memberimu kesempatan untuk mengembangkan bakatmu, banyak referensi yang bisa digunakan. Tetapi kali ini, mari simak fakta-fakta tentang kampus Universitas Islam Sultan Agung ini.

1. Kampus Swasta

Paradigma bahwa Perguruan Tinggi Swasta tidak lebih baik dari Perguruan Tinggi Negeri itu sudah kuno. Karena faktanya, tidak selalu demikian. Disokong dana dari pemerintah, tidak selalu membuat Perguruan Tinggi Negeri selalu unggul disegala bidang. Tidak sedikit pula PTS yang mampu mengungguli PTN dari berbagai hal.

UNISSULA buktinya, banyak prestasi yang diperoleh dari mahasiswanya, salah satu prestasi yang cukup populer adalah, Juara Umum Kontes Robot di Amerika Serikat. Selain itu juga mereka pernah menyabet kejuaraan di tingkat nasional. Keren.

Ditambah lagi UNISSULA punya 11 Fakultas, 7 Program Magister, dan 3 Program Doktor? Luar biasa. Jadi, kamu tidak perlu lagi khawatir kuliah di Perguruan Tinggi Swasta. Masih khawatir juga? Kuno kamu!

2. Mempunyai Perpustakaan Yang Indah

Saya tidak akan bertanya seberapa sering kamu ke perpustakaan, berapa banyak buku yang sudah kamu baca. Ya, saya tahu, meskipun kamu jarang baca, jarang ke perpustakaan, saat kuliah nanti mau tidak mau kamu harus baca buku dan harus ke Perpustakaan kalau kamu memang mau “kuliah”, main boleh, pintar tetap.

Sebagai gambaran, UNISSULA mempunyai Perpustakaan yang indah, kebayangkan kan kalau Perpustakaannya aja indah apalagi mahasiswinya, maksud saya, akhlaknya :p.

Tahu tidak? Konon lingkungan yang kondusif mampu meningkatkan daya konsentrasi. Nah, UNISSULA selalu berusaha untuk itu, diantaranya adalah dengan menyediakan fasilitas pendidikan kelas wahid, salah satunya Perpustakaan yang representatif.

3. Berada di Jalur Pantura

Mendengar kata pantura, Saya langsung membayangkan sebuah panggung, orkes melayu, dan biduan. Ya, dangdut koplo pantura, kamu juga? Kita samaan! Hehe, tapi bukan itu yang saya maksud. Jalur Pantura adalah jalur yang penting bagi perindustrian di Jawa dan Indonesia, artinya lokasinya strategis.

Berada dilokasi tersebut membuat kampus UNISSULA mudah diakses dan mudah ditemukan, karena berada di jalur utama, di Jl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang. Ini penting banget.

4. Mengejutkan!

:p

5. Kampus Yang Religius

Mengusung tagline bismillah membangun generasi khaira ummah, serta “Agama Yes, Prestasi Oke”, tentu itu bukanlah hal yang main-main, kalau sudah pakai “bismillah” sih ya nggak berani lagi saya mempertanyakan keseriusan UNISSULA untuk mewujudkan Visi dan Misinya.

Dulu, pertama kali saya menginjakkan kaki ke UNISSULA, saya kaget, karena UNISSULA jauh lebih mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam. Bukan hanya sekedar tagline kosong.

DItambah lagi ada fasilitas Pesantren Mahasiswa bagi yang ingin menjadi santri sungguhan, bukan santri pesantren kilat seperti saya. Plusnya lagi, kampus ini juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai kampus bebas rokok.

Konklusi

Fakta-fakta diatas hanya gambaran kecil dari sebuah kampus yang besar. Jadi, tidak perlu ragu lagi atas kualitas UNISSULA, tidak ada lagi dikotomi Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri. Aman!

Berminat? Kunjungi saja kampusnya di Jl. Raya Kaligawe KM 4, atau telpon di (024) 6583584, atau kepoin dulu websitenya di www.unissula.ac.id atau akun sosmednya @yourunissula

Analisis Data Kualitatif Menggunakan NVivo [Bagian 1]

Rekomendasi Plugin Buat Academic Blogger

Rekomendasi Plugin Buat Academic Blogger

Muhammad Saiful Alam

Selalu menjadi isu hangat setiap tahunnya, plagiarisme banyak melibatkan berbagai jenis kampus di Indonesia, mulai dari kampus besar, kampus medioker, sampai kampus yang kecil sekalipun, tak luput terciduk.

Konon itu terjadi karena berbagai faktor yang sebenarnya bukan bahasan saya kali ini. Biarlah itu menjadi pekerjaan para penegak hukum & kode etik, serta pekerjaan rumah bagi Kemenristekdikti.

Ya memang disatu sisi sejak beberapa tahun yang lalu Kemenristekdikti sedang gencar-gencarnya mendorong para akademisi untuk menambah kuantitas publikasi ilmiah, namun karena mungkin saking giatnya memperbanyak publikasi, tidak sedikit pula yang tergelincir

Nah buat para blogger kampus, atau academic blogger yang menggunakan platform WordPress bisa mencoba plugin Academic Blogger Toolkit ini, biar urusan jiplak-menjiplak ini tidak akan menghancurkan anda dimasa mendatang, meskipun memang tulisan-tulisan dalam blog boleh dibilang kalah ilmiah, bahkan tidak ilmiah, jika dibanding jurnal, dan publikasi ilmiah lainnya. Bahkan masih banyak pula blog juga berisi salinan dari blog lain.

Jika ada Mendeley, Crossref, Zotero, dan sebagainya untuk Management Reference, maka ada plugin Academic Blogger Toolkit untu para Academic Blogger. Dengan plugin ini, para blogger tidak perlu susah-susah lagi membuat daftar pustaka untuk tulisannya, karena plugin ini memungkinkan anda untuk memilih tipe sitasi yang diinginkan. Tinggal memasukkan DOI/PMID/PMCID, maka secara otomatis mulai dari pengarang, judul, dan deskripsi bibliografi lainnya dapat ditampilkan atau bisa juga dengan mengisikan secara manual.

Atau bisa juga dengan pilihan manual, anda juga bisa memasukkan data bibliografi dari referensi yang dikutip.

Buat saya plugin ini sangat membantu, karena saya tidak perlu repot untuk memasukkan data bibliografis dari referensi yang saya gunakan. Meskipun juga tulisan saya tidak ada yang lmiah.