Menjadi Pustakawan Seksi

Menjadi pustakawan seksi? Maksudnya? Memang kata seksi identik dengan kata yang cenderung seronok, sensual, bahkan sering menimbulkan kontroversi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut bahwa kata seksi memunyai 3 arti atau 3 makna; pertama sek·si /séksi/ n 1 bagian dr kesatuan (dr dewan, rapat, dsb) yg bertugas mengurus sesuatu; bagian dr daerah (kepolisian dsb); bagian jalan trem (kereta api dsb); 2 (dl ketentaraan) setengah peleton, kedua sek·si /séksi/ n Dok tindakan memotong (mengiris); pemotongan; pengirisan, ketiga sek·si /séksi/ a merangsang rasa berahi (tt bentuk badan, pakaian, dsb). Tetapi saya tidak menggunakan ketiga definisi kata seksi diatas untuk mendeskripsikan kata pustakawan “seksi” yang saya maksud. Lantas apa itu seksi? Check this out;

1. (SE) Self Awareness
Self Awareness atau kesadaran diri. Sejauh mana anda mengenal diri anda sendiri? Sejauh mana anda mengenal hakikat kehidupan? Ada pepatah mengatakan wrong positioning = wrong orientation, bagaimana anda bisa mencapai tujuan anda sedang anda salah memposisikan diri anda. Lha wong salah posisi tidur aja bisa buat remuk badan yang sakitnya ga ketulungan, apalagi salah memposisikan diri sendiri dalam kehidupan sendiri, fatal gan!

2. (K) Knowledge
Knowledge atau pengetahuan terkait erat dengan ilmu dan ilmu terkait erat dengan profesionalisme, intinya apa? Intinya adalah bahwa seorang pustakawan harus ahli dalam bidangnya, harus mampu mempertanggungjawabkan disiplin ilmu yang telah dipelajari, harus mampu menjawab tantangan global. Kalau bicara soal tantangan global, sebentar lagi (tahun 2015) AEC/AFTA diberlakukan, yang salah satu poin pentingnya adalah bebasnya alur jasa di kawasan asean, artinya pekerja Indonesia termasuk pustakawan harus mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan asean. Maka, persiapkan diri anda sebaik mungkin untuk menghadapi tantangan-tantangan yang kapan saja akan anda hadapi.

3. (SI) Simple
Simple. Iya simpel. Mungkin kata simple ini bertentangan dengan birokrasi di negara kita ya, (ups). Mengapa harus simpel? Seperti kata Steve Jobs “simple can be harder than complex; you have to work hard to get your thinking clean to make it simple“, sesuatu yang simpel itu lebih berat dari kompleksitas, karena anda harus bekerja keras untuk membuat pikiran anda jernih dan membuatnya menjadi simpel. Intinya adalah kalau bisa dipermudah ngapain dibuat susah? Contoh: kalau ada pemustaka yang menghilangkan buku ya dibuat bagaimana mudahnya, jangan kaku, sikap kaku inilah yang memunculkan stigma di masyarakat bahwa perpustakaan adalah tempat membosankan. Itu baru contoh bagaimana bersikap simple, terus mana contoh berpikir simpe itu Lam? Anda yang tahulah sesimpel apa diri anda (padune males golek contoh). Intinya jangan dibuat susah, lagian dunia ini sudah penuh dengan orang susah, tolonglah jangan ditambah. Mudah itu menyenangkan kok, menyenangkan bagi pustakawan juga menyenangkan bagi pemustaka.

Itulah kata pustakawan seksi yang saya maksud, bukan seksi yang itu tu bukan, saya yakin beberapa dari pembaca tulisan saya membayangkan kata seksi dalam judul tulisan ini sebagai keseksian yang itu, atau malah… jangan sampai! Anda, iya anda! Selamat men-seksi-kan diri anda! Keep cool!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.